Manajemen

Pada tanggal 20 Pebruari 1981 didirikan Yayasan Pawiyatan Gita Patria sebagai Badan Hukum Pembina PTS yang didirikan dengan akte notaris R. Soebiono No. 167. Yayasan ini kemudian mendirikan PTS yang diberi nama Universitas Narotama. Susunan pengurus Yayasan terakhir diubah dengan Akte Notaris No. 2, tanggal 10 Mei 2002.

Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Narotama Surabaya ini berdiri pada tahun 1983, dengan SK Mendikbud RI No. 030/O/1983 tanggal 5 Januari 1982. Pada tahun 1986 Program studi Manajemen memperoleh status terdaftar berdasarkan SK Mendikbud RI Nomor 0395/O/1986 tertanggal 23 Mei 1986. Pada tahun 1992 memperoleh status diakui berdasarkan SK. Dirjen Dikti Nomor 138/DIKTI/Kep/ Tahun 1992 tertanggal 28 April 1992, Pada tahun 1998 Program Studi Manajemen Universitas Narotama memperoleh status Terakreditasi berdasarkan SK Nomor 002/BAN-PT/Ak II/XII/1998 tanggal 22 Desember 1998, kemudian dilakukan pembaharuan Status akreditasi Program Studi Manajemen pada tahun 2002, berdasarkan SK BAN-PT No. 009/BAN-PT/Ak-V/S1/V/2002 tanggal 20 Mei 2002, dengan nilai A. Status akreditasi ini didukung dengan perpanjangan ijin penyelenggaraan program studi dari DIKTI, berdasarkan SK No. 3657/D/T/2003 tertanggal 13 November 2003.

Berdasarkan SK BAN-PT : 032/BAN-PT/Ak-X/S1/2008 tertanggal 12 Januari 2008 Peringkat (Nilai) Akreditasi Terakhir B, serta perpanjangan izin operasional Nomor SK : 8110/D/T/K-VII/2011 tertanggal 1 Agustus 2011.


VISI & MISI PROGRAM STUDI MANAJEMEN

 

VISI PROGRAM STUDI MANAJEMEN

Menjadi Program Studi Manajemen yang Unggul dalam menghasilkan Sumber Daya Manusia yang professional di bidang manajemen yang berdaya saing global pada Tahun 2030.

 

MISI PROGRAM STUDI MANAJEMEN

  1. Prodi Manajemen STIEUS memiliki daya saing (competitiveness) yang tinggi serta didukung oleh kepercayaan public secara luas;
  2. Menghasilkan karya-karya ilmiah dan pengabdian masyarakat yang gayut (relevance) dengan bidang manajemen;
  3. Prodi Manajemen STIEUS dikelola secara modern dengan memperkuat nilai-nilai budaya, seperti : membangun rasa memiliki (sense of belonging) antar dan intra sivitas akademika yang didukung masyarakat secara luas;
  4. Terpola ikatan sosiokultural yang kokoh dengan stakeholders yang dibuktikan dengan arus komunikasi yang sehat dan terbuka.