Akuntansi

Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala didirikan pada tahun 1983, dimana sebelumnya sudah mulai cikal bakal Program Studi sejak tahun 1971 yang berafiliasi dengan Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (FE USU).

Alumni program studi akuntansi yang berjumlah ribuan telah bekerja di berbagai bidang ilmu akuntansi seperti akuntan publik, akuntan pendidik, akuntan manajemen dan akuntan pemerintah, yang bergerak di bidang sektor pemerintahan, swasta dan lembaga swadaya masyarakat. Selain itu banyak juga lulusan Program Studi Akuntansi yang bekerja mandiri (wiraswasta) dan bisa berkembang dengan baik.

Pada tahun 2011, program studi akuntansi telah mendapat akreditasi B berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional No. 074/BAN-PT/Ak-XIV/S1/XII/2011.

Program Studi Akuntansi memiliki 53 orang dosen tetap, 1 orang tenaga akademik, 2 orang tenaga administrasi, 1 orang tenaga administrasi IAP, 1 orang tenaga administrasi LAB dan 1 orang caraka. Program Studi Akuntansi memiliki sarana penunjang yang digunakan bersama oleh seluruh program studi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah berupa 3 ruang kantor, 27 ruang kelas, 3 laboratorium dan 1 perpustakaan.

 


VISI & MISI PROGRAM STUDI AKUNTANSI

 

VISI PROGRAM STUDI AKUNTANSI

Menjadi Program Studi Akuntansi yang Unggul dalam menghasilkan Sumber Daya Manusia yang professional di bidang akuntansi yang berdaya saing global pada Tahun 2030.

 

MISI PROGRAM STUDI AKUNTANSI

  1. Prodi Akuntansi STIEUS memiliki daya saing (competitiveness) yang tinggi serta didukung oleh kepercayaan public secara luas;
  2. Menghasilkan karya-karya ilmiah dan pengabdian masyarakat yang gayut (relevance) dengan bidang akuntansi;
  3. Prodi Akuntansi STIEUS dikelola secara modern dengan memperkuat nilai-nilai budaya, seperti : membangun rasa memiliki (sense of belonging) antar dan intra sivitas akademika yang didukung masyarakat secara luas;
  4. Terpola ikatan sosiokultural yang kokoh dengan stakeholders yang dibuktikan dengan arus komunikasi yang sehat dan terbuka.